Target Jangka Pendek Jangka Panjang

Januari 15, 2026

 

Sumber gambar: google

Beberapa list obrolan sebelum menikah dengan suami salah satunya adalah Target Jangka Pendek dan Target Jangka Panjang. Ini menurutku penting banget. Agar tahu kedepan pernikahan kami akan dibawa ke mana. Selain apakah sevisi dan semisi, aku juga ingin tahu dan melihat apakah target-target kami ke depan sejalan dan selaras. Misal seperti bagaimana nanti kami akan mengusahakan dana pendidikan untuk anak. Mau seperti apa alokasi dananya. Dan mau di saving dimana dengan target seperti apa. Tentu ini adalah target jangka panjang yang akan kami usahakan.

 

Termasuk pengelolaan keuangan keluarga. Pun kami bahas sebelum menikah. Berapa pendapatan suami, punya hutang atau tidak, investasi atau tanggungan keluarga. Termasuk bagaimana nanti pengelolaan anggaran rumah tangga. Ini kami bahas terang-terangan sebelum menikah. Tentu dengan pembahasan yang santai, ya. Sambil ngopi, ngeteh matcha dan nyemil kentang goreng tentunya. Biar gak terlalu kaku-kaku juga. Apalagi pembahasan soal keuangan kan (konon katanya) agak tabu di masyarakat kita. Tapi bagiku, gak ada tabu-tabuan, gais. Hajar semua sebelum menikah. Ini kamu mau seatap sekasur, loh. Harus dikulik semua. Hehe.

 

Then, setelah terjadi kesepakatan pengelolaan keuangan rumah tangga. Kami sepakatilah berikutnya target-target jangka pendek pernikahan nanti misal 1-3 tahun ke depan. Target mau punya tabungan berapa, investasi apa saja, termasuk hal-hal urusan kebutuhan rumah tangga harian. Siapa yang in charge kebutuhan primer, alokasi untuk jalan-jalan juga menjadi pembicaraan kami. Mau traveling dalam setahun berapa kali. Buat orang tua, charity dan lain-lain target jangka pendeknya. Setelah aku rasa kami selaras dan sudah menuangkan semua ide-ide di kepala perihal target jangka pendek. Barulah kami lanjut ke pembahasan berikutnya, target jangka panjang. 

 

Seriously, pembahasan kayak gini tuh seru banget. Apalagi kalau dibahasnya sebelum kamu memutuskan berumah tangga. Jadi kamu tahu kalau calon pasanganmu ini punya mimpi yang sama denganmu. Ibarat kata, pas kamu sendiri aja bisa loh wujudin mimpimu sendiri. Lah sekarang, harusnya bisa lebih cepat lagi dong buat wujudin mimpi-mimpi lainnya, secara bersama-sama. Bersama dengan orang yang tepat, mimpi akan terwujud lebih cepat, yakan? 

 

Well, alhamdulillah dengan target-target yang kami sudah sepakati bersama, satu-satu bisa terwujud. Alhamdulillah. Gak gampang memang. Tapi again and again jika dijalankan dengan orang yang tepat, apapun itu target-target dan mimpi insyaallah bisa terwujud di waktu yang tepat. 

 

Selain itu juga perlu diingat, masing-masing rumah tangga pasti punya prioritas yang berbeda-beda. Kamu cukup fokus pada prioritasmu. Berbagi pendapat dengan orang lain tentu boleh. Tapi keputusan tetap kembali di tanganmu. Kamu yang tahu apa yang menjadi urgensi kebutuhanmu dengan keluarga. That’s okay berseberanganya dengan pendapat-pendapat lain. Your life is your own

 

Semangat mengusahakan yang terbaik buat hidupmu. Apapun itu. Semoga target-target dan mimpi-mimpi yang sedang kamu usahakan diberikan kemudahan dan kelancaran. Terwujud di waktu yang tepat. Amin. 

You Might Also Like

0 Comments